Saingi Vietnam, Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja di Jepang

0

Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang membahas upaya peningkatkan kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan progam magang. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia ingin berkontribusi mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW).

Saat ini, Jepang tengah mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak pekerja migran dari berbagai negara.

Dalam program SSW berdasarkan data dari Kementerian Kehakiman Jepang, per 31 Desember 2020, tercatat jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak 1.514 orang. Hanya setengahnya dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.

Jumlah tersebut masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang berkeinginan untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW, sebanyak 345 ribu tenaga kerja dari semua negara. SSW sendiri membuka 14 sektor kerja, seperti keperawatan, manufaktur, kontruksi bangunan, dan penerbangan.

Dari sisi program magang, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya juga masih menunggu kembali proses dibukanya program magang hingga saat ini. Jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak
2.287 orang (kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending Organization sebanyak 2.199 orang).

Ida berharap, Pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI pada masa pandemi covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, Pemerintah Indonesia telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP).

Beberapa hal yang diatur dalam SOP tersebut, antara lain PMI yang akan bekerja ke luar negeri diwajibkan mengikuti tes PCR, proses monitoring, dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama masa normal baru.

Di satu sisi, Ida mengapresiasi kerja sama dalam program IJEPA yang telah berjalan hampir 13 tahun. Dia mencatat, sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai perawat dan careworker di Jepang, dan 716 orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat ditingkatkan,” kata Ida, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 24 Maret 2021.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji menyambut baik keinginan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama penempatan PMI dengan pihaknya. Hal itu lantaran selama ini reputasi tenaga kerja Indonesia dinilai baik oleh masyarakat Jepang.

Kanasugi akan mempertimbangkan lebih lanjut mengenai penempatan PMI ke depannya. “Pembahasan ini akan kami bawa ke Tokyo sebagai laporan,” kata Kanasugi.

Leave us a comment