Pemerintah Jepang Berencana Menaikkan Subsidi untuk Perusahaan Besar Terdampak Covid-19

0

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang telah memberikan tunjangan dan cuti kepada karyawan di wilayah di mana deklarasi darurat telah ditetapkan.

“Kami juga berencana menaikkan tingkat subsidi menjadi 100 persen untuk perusahaan besar yang bekerja sama untuk menahan diri, dan meminta perusahaan untuk mempertahankan lapangan kerja,” ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (16/1/2021).

Selama ini hanya perusahaan kecil menengah (UKM) yang mendapat tunjangan 100 persen dari pemerintah.

Misalnya karena terdampak corona, gaji karyawan hanya dibayarkan 60 persen maka 40 persennya dibayarkan oleh pemerintah.

Semua dengan maksud agar karyawan dapat dipertahankan sehingga tidak di-PHK.

“Subsidi Penyesuaian Pekerjaan” adalah sistem di mana pemerintah mensubsidi sebagian dari tunjangan cuti, gaji dan sebagainya.

Hal itu ketika perusahaan mempertahankan pekerjaan dengan melepas karyawan bahkan jika penjualan menurun.

Mengingat dampak virus corona, Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan telah menerapkan langkah-langkah khusus seperti menaikkan besaran subsidi tunjangan cuti yang dibayarkan kepada karyawan menjadi 75 persen untuk perusahaan besar dan 100 persen untuk perusahaan kecil dan menengah.

“Kami telah memutuskan untuk menaikkan tingkat subsidi menjadi 100 persen untuk perusahaan besar seperti industri restoran yang bekerja sama dalam pengendalian diri di satu wilayah metropolitan Tokyo maupun di 3 prefektur tempat deklarasi darurat dikeluarkan (Chiba, Saitama dan Kanagawa).

Meskipun demikian hal itu akan sama di wilayah di mana deklarasi baru dikeluarkan Pusat untuk masa mendatang dan diterapkan pada pemerintah daerah yang mengambil tindakan PSBB.

Di restoran dan tempat lain yang memerlukan pemendekan jam kerja, ada sejumlah kasus di mana karyawan non-reguler tidak dapat menerima tunjangan cuti yang memadai, meskipun shift telah dikurangi.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mengatakan, “Apakah ini menjadi beban bagi perusahaan besar? Kami ingin perusahaan secara aktif menggunakan subsidi penyesuaian kerja untuk melindungi kehidupan pekerja yang mengalami kesulitan.”

 

Leave us a comment