Pandemi Covid-19, Jumlah Tenaga Kerja Asing di Jepang Capai Rekor Tertinggi

0

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan Jepang menyatakan jumlah tenaga kerja asing yang terdaftar di dalam negeri mencapai rekor tertinggi. Melansir Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Jumat (5/2/2021), sejumlah perusahaan melaporkan total 1,72 juta tenaga kerja asing hingga Oktober tahun lalu. Angkanya naik 4 persen dari setahun sebelumnya walaupun laju peningkatannya turun 9,6 poin. Para pekerja dari Vietnam menempati posisi teratas dengan jumlah 444.000, diikuti warga negara China yang tercatat sebanyak 420.000, dan pekerja dari Filipina sejumlah 185.000. Pekerja dari Vietnam untuk pertama kalinya menempati posisi puncak daftar ini.

Perawatan kesehatan menjadi sektor dengan laju penambahan yang tercepat. Jumlah pekerja asing di sektor ini meningkat 26,8 persen dibandingkan Oktober 2019. Peringkat kedua diduduki oleh industri konstruksi dengan kenaikan 19 persen.

Namun, pekerja asing di industri perhotelan dan restoran tercatat 1,8 persen lebih rendah dari sebelumnya. Sektor ini untuk pertama kalinya mengalami penurunan sejak pemerintah mulai mewajibkan perusahaan untuk melaporkan jumlah tenaga kerja asing pada 2007. Kementerian Tenaga Kerja Jepang menyatakan data tersebut menyoroti dampak pandemi virus corona yang sangat bervariasi di antara industri-industri.

Di sisi lain kementerian tersebut menyatakan bahwa lebih dari 80.100 orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona hingga Januari 2021. Namun, angka sesungguhnya diyakini bahkan lebih tinggi dari itu karena data kementerian hanya mencakup kasus yang tercatat oleh otoritas ketenagakerjaan serta pusat-pusat penempatan kerja.

Hingga 25 Desember 2020, hampir 17.000 orang kehilangan pekerjaan di bidang manufaktur. Sebanyak 11.000 lainnya berasal dari industri restoran. Sementara itu, lebih dari 10.000 orang di bidang ritel dinyatakan kehilangan pekerjaan dan 9.600 orang dari industri perhotelan.

Leave us a comment